Karena banyak juga yg nyari resetter epson CX5500, berikut ini saya coba posting Cara Reset Epson CX5500. Link Resetter ini saya dapatkan dari kang jupry. Makasih sebelumnya sudah selalu membantu saya…….
Langsung saja ya….””’
Cara Reset Epson CX5500
1. Langkah pertama tentunya printer harus sudah terinstall drivernya. Untuk Download drivernya klik download driver epson .
2. Download software resetter Epson CX5500 dulu. Software bernama Resetter Epson CX5500, anda dapat download di sini Klik
3. Tanggal komputer tidak perlu dirubah seperti resetter sebelumnya.
4. Jalankan program resetter Epson CX5500 dengan double klik “ServiceFT.exe”
5. Kemudian ikuti gambar berikut ini :
6. Setelah selesai matikan printer kemudian nyalakan lagi. Printer akan nyala dengan lampu berwarna hijau penuh. Berarti printer Epson Stylus CX5500 sudah siap digunakan kembali.
Selamat mencoba………… Semoga Bermanfaat…
http://ekohasan.blogspot.com/2010/01/cara-resetter-epson-cx5500.html
Anda bingung untuk mencari selisih waktu dan tanggal dalam aplikasi yang Anda buat? Jangan khawatir, dengan statement SQL, Anda dapat mencarinya dengan mudah.
Apabila Anda familiar dengan PHP, maka setahu saya tidak ada function dalam PHP yang dapat digunakan untuk mencari selisih waktu dan tanggal secara instan, atau tinggal pakai. Namun Anda terlebih dahulu membuatnya sendiri, dan itu tentu saja butuh waktu banyak.
Nah… artikel ini akan membahas bagaimana mencari selisih waktu dan tanggal dengan menggunakan statement SQL.
Untuk mencari selisih tanggal (dalam satuan hari) dengan menggunakan SQL, sintaksnya adalah sebagai berikut:
SELECT datediff(‘tgl1′, ‘tgl2′);
dengan tgl1 dan tgl2 adalah tanggal-tanggal yang akan dicari selisihnya. Adapun format tanggal nya adalah th-bln-tgl.
Apabila tgl1 tgl2, maka akan diperoleh selisih hari yang bernilai positif.
Sebagai contoh, akan dicari selisih hari antara tgl 01/01/2008 dan 10/01/2008. Berikut ini adalah statement SQL nya.
SELECT datediff(’2008-01-10′,’2008-01-01′);
Dari perintah di atas akan diperoleh hasil 9 (artinya 9 hari)
Bagaimana dengan selisih waktu? Untuk mencari selisih dari 2 buah waktu, sintaks SQL nya adalah:
SELECT timediff(‘time1′, ‘time2′);
Format time1 dan time2 dapat berupa waktu dalam jam (jam:menit:detik) atau tanggal saja (th-bln-tgl) atau bahkan gabungan jam dan tanggal (th-bln-tgl jam:menit:detik).
Perintah SQL ini akan menghasilkan output dalam format jam (jam:menit:detik).
Sebagai contoh akan dicari selisih waktu antara jam 13:00 dan 15:01. Perintah SQL nya
SELECT timediff(’13:00′, ’15:01′);
Perintah ini akan menghasilkan 2:01:00 (2 jam, 1 menit, 0 detik).
Contoh lain akan dicari selisih waktu antara tanggal 01/01/2008 jam 10:01 dengan 02/01/2008 jam 10:02.
SELECT timediff(’2008-01-02 10:02′, ’2008-01-01 10:01′);
Perintah di atas akan menghasilkan 24:01:00 (24 jam, 1 menit, 0 detik).
http://abynaumi.wordpress.com/belajar/php-n-mysql/cari-selisih-tanggaldate-dan-waktu-time/
http://blog.rosihanari.net/mencari-selisih-hari-dari-dua-buah-tanggal-dengan-php-tanpa-query-sql
Sebuah tulisan dengan gambar yang terletak di kiri atas menjadi pemandangan umum dalam sebuah situs berita atau etalase barang. Kita akan membuatnya tertata otomatis dengan Drupal 6 dan modul pendukungnya.
Aktivasi modul:
1. Pasanglah modul Content Construction Kit, Content Templates, FileField, ImageAPI, ImageCache, ImageField dan Views.
2. Di menu Modules aktifkan ImageField, Views UI, Upload, ImageCache UI, ImageAPI GD2, dan Content Templates.
Membuat tipe konten:
1. Sekarang kita buat tipe konten baru bernama Barang yang memiliki fitur upload foto. Masuk ke menu Content management, Content types, Add content type. Isilah:
* Name: Barang
* Type: barang
* Description: Produk fisik yang memiliki gambar di kiri atas
Lalu simpan.
2. Pada baris Barang, klik Manage fields. Pada bagian New field:
* Label: Foto
* Field name: foto
* Type of data to store: File
* Form element to edit the data: Image
Lalu simpan.
3. Lalu Anda diminta untuk mengisikan file extention foto yang diperbolehkan pada Permitted upload file extensions, kosongkan saja. Simpan.
4. Klik menu Display fields. Pada Label pilih Hidden, karena tulisan Foto tidak perlu tampak. Simpan.
Menata template:
1. Masuk ke menu Content management, Content Templates. Pada baris Barang, klik edit template. Pada bagian Body, aktifkan Affect body output.
2. Isi Body template dengan:
<img src="/field_foto[0]['filepath'] ?>” align=”left”>content['body']['#value'] ?>
Simpan.
Saatnya membuat tulisan pada menu Create content, Barang. Isilah Title, Body, dan Foto. Simpan, dan lihat hasilnya.
Selamat mencoba.
Sumber
Trackback URL for this post:
http://www.ngudiono.co.cc/trackback/17
Pada Sistem Operasi Linux semua file memiliki hak aksesnya masing-masing. Hak akses tersebut terdiri atas tiga bagian:
r untuk read (membaca)
w untuk write (menulis)
x untuk execute (menjalankan)
Untuk melakukan check terhadap hak akses suatu file bisa dilakukan dengan menjalankan perintah ls -la pada sebuah shell atau konsol. Berikut salah satu contoh pada saat saya menjalankan perintah ini di dalam folder /home/
# ls -l
drwxrwxrwx 3 root users 4096 1996-02-02 10:59 allusers
drwxr-xr-x 14 gagoyiku gagoyiku 4096 1996-02-02 08:36 gagoyiku
drwxrwxr-x 2 root users 4096 1996-02-02 08:37 windowshare
Berikut adalah penjelasan kolom-kolom yang saya anggap paling penting untuk diketahui artinya.
Kolom pertama pada hasil diatas adalah yang menggambarkan perijinannya, terdiri atas 10 karakter.
Karakter pertama akan menunjukkan apakah objek tersebut adalah sebuah direktori (d), file (-), atau sebuah link ( l ) yang merujuk kepada direktory atau file lainnya
3 karakter selanjutnya akan memperlihatkan ijin untuk membaca, menulis dan menjalankan objek dimaksud, bagi si pemilik objek
3 karakter selanjutnya akan memperlihatkan ijin untuk group pengguna yang mengatur objek
3 karakter selanjutnya akan memperlihatkan ijin untuk pengguna yang lain
Kolom ke tiga akan menunjukkan pemilik objek
Kolom ke empat akan menunjukkan group pengguna pemilik objek tersebut
Kolom terakhir menunjukkan nama dari objek di system
Dari hasil jalannya perintah sebelumnya, bisa kita baca bahwa pemilik dari direktori windowshare adalah root dan group pengguna yang memiliki direktori tersebut adalah group users yang memiliki hak untuk baca, menulis dan menjalankan berbagai macam operasi di folder tersebut; sedangkan pengguna lainnya yang tidak termasuk root dan anggota group users hanya bisa membaca dan menjalankan file (read only).
Namun yang harus kita ingat bahwa user root memiliki kemampuan untuk melakukan apa saja terhadap hak akses tersebut.
Sebagai sebuah persetujuan awal, apabila saya mempergunakan kata file, maka ini bisa merujuk pada file data atau folder.
Merubah Hak Akses Suatu File
Perintah chmod “Numeric Mode”
Perintah ini akan merubah perijinan suatu file/direktori menggunakan kode akses berupa 3 digit nomor tertentu, yang merupakan perwujudan dari hak akses suatu file di Linux. Masing-masing kode tersebut adalah 4 untuk membaca (read), 2 untuk menulis, dan yang terakhir adalah 1 untuk menjalankan sebuah file.
Sebagai contoh, kita ingin sebuah file hanya bisa untuk di baca (4) dan di tulis (2) tapi tidak untuk di jalankan, maka kita bisa mempergunakan perintah 4+2 = 6. Menggunakan cara yang sama apabila kita ingin memberikan hak akses hanya untuk membaca (4), dan memberikan semua hak akses yang ada (7 = 1+2+4).
Lalu kode akses tersebut di kombinasikan berdasarkan urutan ~ hak akses untuk pemilik, group pemilik dan pengguna lain ~ hak kepemilikan sebuah file, dengan sintak perintahnya adalah:
chmod
Sebagai contoh berdasarkan perintah ls -l sebelumnya, kita akan melakukan setting agar folder windowshare bisa di pergunakan oleh semua pengguna agar bisa menulis, membaca, dan menjalankan file di folder tersebut, maka kita mempergunakan perintah:
# chmod 777 /home/windowshare
Sehingga bila kita perlihatkan lagi hak akses menggunakan perintah ls -l, akan kita dapatkan hasil seperti berikut:
# ls -l
<>
drwxrwxrwx 2 root users 4096 1996-02-02 08:37 windowshare
<>
Perhatikan sekarang kode akses yang menjadi drwxrwxrwx, dari yang semulanya drwxrwxr-x.
Namun apabila kita menginginkan hanya si pemilik file saja yang memiliki hak akses dan yang lainnya (bahkan group pemiliknya) hanya memiliki akses membaca saja (read only), kita bisa menggunakan perintah:
# chmod 744 /home/windowshare
# ls -l
<>
drwxr-xr-x 2 root users 4096 1996-02-02 08:37 windowshare
<>
Atau kalau si pemilik saja yang memiliki hak akses, maka kita bisa menjalankan perintah:
# chmod 700 /home/windowshare
# ls -l
<>
drwx—— 2 root users 4096 1996-02-02 08:37 windowshare
<>
Apabila kita ingin mengubah hak akses di folder beserta semua isinya, maka dibutuhkan tambahan perintah berupa tanda -R (recursive). Sehingga bila kita ingin mengubah hak akses di folder /home/windowshare beserta isinya, kita tinggal menjalankan perintah:
# chmod -R 700 /home/windowshare
Perintah chmod “Symbolic Mode”
Kalau pada Numeric Mode menggunakan angka-angka, maka pada symbolic mode mempergunakan huruf yang bisa dikombinasikan. Alhasil perintahnya lebih mudah untuk dimengerti. Berikut sintak penulisannya:
chmod [flags] [u/g/o/a] [+/-/=] [r/w/x]
Kombinasi [u/g/o/a] digunakan untuk mengatur hak akses pengguna, yaitu u (pengguna yang memilikinya), g (group yang memilikinya), o (other/pengguna lain yang bukan termasuk dalam group pemiliknya), atau a (all – semua pengguna). Operator untuk + (melakukan setting/menambah), – (mengurangi hak akses) dan = (set hak akses) harus dikombinasikan dengan perintah pilihan selanjutnya yaitu r (read – membaca), w (write – menulis) dan x (execute – menjalankan) sebuah file.
Sebagai contoh kita dasarkan pada contoh sebelumnya. Misalkan kita ingin agar folder windowshare hanya bisa dipergunakan oleh pemiliknya saja:
#chmod u+rwx,og-rwx /home/windowshare
Atau kita ingin agar semua orang hanya memiliki hak akses untuk membaca saja (read only)
#chmod a+rx-w /home/windowshare
Kita juga bisa memberikan setting hak akses sekaligus untuk isi folder tersebut (recursive)
#chmod -R a+rx-w /home/windowshare
Mengubah Kepemilikan File
Untuk mengubah kepemilikan sebuah file kita bisa mempergunakan perintah chown yang memiliki format yang sama dengan perintah chmod. Bedanya yang kita ubah adalah kepemilikan sebuah file. Sintak yang digunakan adalah:
chown
Misalnya kita ingin mengubah kepemilikan folder windowshare diatas, dari root kepada user dengan login linuz, maka kita tinggal melakukan perintah:
# chown linuz /home/windowshare
Mengubah Group Pemilik File
Untuk mengubah group pemilik sebuah file kita bisa mempergunakan perintah chgrp yang juga memiliki format yang sama dengan perintah chown. Bedanya yang kita ubah adalah group pemiliknya. Misalkan kita ingin mengubah group pemilik folder windowshare diatas, dari users kepada group linuzgroup, kita tinggal melakukan perintah:
#chgrp linuzgroup /home/windowshare
http://ulunrapuydebian.wordpress.com/2008/07/05/hak-aksesperijinan-file-di-linux/

